Saturday, 10 November 2007

Hukum Roh Hayat

I-MANNA [5] : Hukum Roh Hayat

Ayat Alkitab

Roma 8:2-4
(2)Sebab hukum Roh hayat telah membebaskan aku di dalam Kristus Yesus dari hukum dosa dan hukum maut.
(4) Permintaan berbudi dari hukum itu bisa dipenuhi di dalam kita,yang tidak berjalan menurut daging melainkan menurut roh.

Perkataan Ministri

[Bagian 3 dari 3]
Meskipun kita memiliki hukum Allah di luar kita (yang memiliki) banyak permintaan, hukum kebaikan di dalam pikiran kita setuju dengan hukum Allah, dan hukum dosa di dalam tubuh kita sedang berperang melawan dan mengalahkan hukum kebaikan, namun demikian kita harus memuji Tuhan karena di dalam roh kita ada hukum Roh hayat. Tidak ada hukum yang dapat menang melawan hukum ini. Siapakah yang dapat mengalahkan Roh hayat? Tidak seorangpun dan tidak ada apapun yang dapat mengalahkan Roh hayat. Hukum Roh hayat ini adalah kekuatan spontan Roh hayat. Ini adalah hukum yang paling kuat di alam semesta; hukum ini ada di dalam kita dan hukum ini membebaskan kita.
Bagaimanakah hukum Roh hayat membebaskan kita? Hukum Roh hayat membebaskan kita dalam jalan yang "super". Jika, menurut metode kuno peperangan, beberapa prajurit telah terkepung oleh pasukan musuh, mereka harus bertarung menghadapi pengepungnya. Akan tetapi, dalam peperangan moderen hal tersebut tidak dibutuhkan lagi. Jika kita dikepung oleh musuh, kita tidak perlu bertarung menghadapi - kita memiliki jalan ke atas. Kita memiliki sebuah jalan atas. Jadi, kita bisa berkata kepata setan, "Setan, dibandingkan dengan aku kamu sangat kuat. Tetapi tidakkah kamu tahu bahwa aku memiliki Allah yang ajaib yang berada di dalam rohku dan juga di dalam surga? Mungkin sulit bagiku untuk pergi ke surga, tetapi mudah untuk-Nya. Setan, kamu dan pasukan penyerangmu berada di bawah kakiku, dan aku bebas."
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Labels: , ,

Wednesday, 12 September 2007

Tiga Hukum dalam Roma Pasal 7

I-MANNA [3] : Tiga Hukum dalam Roma Pasal 7

Ayat Alkitab

Roma 7:12,22,23

(12) Jadi hukum adalah kudus, dan perintah adalah kudus dan berbudi dan baik.
(22) Sebab menurut bagian dalam manusiaku aku senang di dalam hukum Allah ,
(23) Tetapi aku melihat suatu hukum yang berbeda di dalam anggota-anggota (tubuh)ku, berperang melawan hukum pikiranku dan membuat aku menjadi seorang tawanan bagi hukum dosa yang berada di dalam anggota-anggota (tubuh)ku.

Perkataan Ministri

[Bagian 1 dari 3]

Hukum Allah hanyalah, baik, kudus, dan rohani. Hukum ini berada di luar kita atau kita mungkin berkata hukum itu berada di atas kita. Hukum Allah ini membuat banyak permintaan dan persyaratan pada manusia yang jatuh yang membuat dia tidak bisa berlindung. Ketika hukum Allah berada di atas kita dan di luar kita, membuat permintaan-permintaan diatas kita, hukum kebaikan berada di dalam pikiran jiwa manusia. Kita bisa berkata bahwa hukum kebaikan yang berada di dalam pikiran kita adalah cocok dengan hukum Allah dan menganggapi permintaan-permintaannya, serta berusaha untuk menjaganya. Jika hukum Allah mengatakan, "Hormatilah orangtuamu," hukum kebaikan di dalam pikiran anda dengan segera membalas, "Amin! saya akan melakukannya. Saya akan menghormati orang tua saya."

Bagaimanapun, di dalam anggota-anggota (tubuh) kita ada sebuah hukum yang ke tiga, hukum dosa, yang berperang melawan hukum kebaikan. ...hukum dosa berada di dalam anggota-anggota "tubuh jatuh" kita , daging. Hukum ini secara tetap (konstan) berperang melawan hukum kebaikan dan membuat manusia menjadi seorang tawanan. Kapanpun hukum kebaikan menanggapi hukum Allah dan berusaha untuk memenuhi syarat-syarat hukum Allah, hukum kejahatan di dalam daging kita terbangun. Jika hukum kebaikan (suatu ketika) gagal untuk menanggapi (hukum Allah), hukum kejahatan mungkin (untuk sementara waktu) akan tinggal berhenti, seolah-olah hukum tersebut sedang tidur. Bagaimanapun juga, ketika hukum kejahatan mempelajari bahwa hukum kebaikan sedang menanggapi (hukum Allah)- hukum kejahatan (akan segera) berperang melawan hukum kebaikan dan selalu (berusaha untuk) menangkap kita.
Ini bukanlah suatu doktin; ini adalah sejarah kehidupan kita.

(Bersambung)

Labels: ,